Bacaan : Kolose 3:12-17
Alkisah ada seorang istri yg hidupnya sangat tertekan dan terintimidasi oleh sikap suaminya yg sangat keras dan perfeksionis. Apa saja yg dikerjakannya nampak salah dimata suaminya. Pandangan mata yg merendahkan, kata kata yg menyakitkan, serta tuntutan akan "kesempurnaan"disertai kekerasan, telah benar2 mengubah rasa cintanya menjadi kebencian. Suatu hari suaminya meninggal dunia dan beberapa tahun kemudian ia menikah lagi dengan orang yg benar mencintainya.
Suatu pagi saat ia mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasa; bangun jam 04.00, menyiapkan masakan untuk suami dan anak anak, membersihkan alat alat dapur, menata meja makan..tiba tiba ia berhenti dan termenung: "bukankah semua detail pekerjaan ini aku lakukan persis sama ketika aku menikah dengan suamiku dulu, mengapa dulu aku melakukannya dengan sangat tertekan dan sekarang aku melakukannya dengan kerelaan bahkan keriangan? Dulu aku sangat membenci pekerjaan pekerjaan ini, mengapa sekarang aku lakukan dengan kesukaan?"
Saudara,
Jawabannya adalah karena CINTA dan PENERIMAAN! Dulu ia kerjakan semua itu kerena tuntutan dan bahkan tekanan, kini ia lakukan karena cinta. Sesungguhnya seberat apapun "pekerjaan" dan "tanggungjawab" yang kita lakukan, jika kita lakukan dengan CINTA dan PENERIMAAN, akan menjadi ringan bahkan riang.
Seorang rekan pendeta berkata: "kuncine mung bersyukur..maka ora ono sing abot, Gusti iku mesti ngentengke uripe wong sing iso bersyukur..mboh piye carane" (kunci hidup cuma bersyukur, maka tidak ada yang berat, sebab Tuhan itu pasti meringankan beban hidup orang yang bersyukur, tanpa kita tahu bagaimana hal itu bisa terjadi).
Karena itu peganglah nasehat Firman Tuhan:
"..dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita." (Kolose 3:17)
TAD-Ani
Renungan Mezbah Keluarga - Rabu, 3 Agustus 2016
Bacaan: I Korintus 13:4-7
Kompas.com pernah mengkisahkan niatan seorang pria untuk menyatakan cinta kepada kekasihnya dengan cara unik dan mengagumkan. Jack Hyer (22) asal Whitefish, Montana, AS ini membuat video klip lypsinc untuk melamar kekasihnya Rebecca Strellnauer. Jack memilih lagu I'm Gonna Be (500 Miles), lagu era 1980-an yang mengkisahkan kesetiaan pasangan kekasih meski hidup terpisahkan jarak.
Selama empat tahun, Jack berkeliling dunia dan di tiap negara yg dia kunjungi, dia merekam lypsinc sebagian lagu itu untuk dieditnya kemudian. Dalam video itu, Jack tampil di lokasi lokasi wisata Kamboja, Israel, China, Yunani, Perancis, Inggris dan Turki.
Nah, saat Jack dan Rebecca sama sama lulus dari Universitas Montana, mereka merayakan bersama keluarga besar mereka. Setelah makan malam, Jack mengatakan dia ingin menunjukkan "video kelulusannya" yg ternyata adalah video lipsync-nya di seluruh dunia itu dan... diakhiri lamarannya pada sang kekasih. Terang saja Rebecca terpana melihat video itu, dan dia semakin terkejut setelah Jack tiba2 memberinya cincin dan melamarnya.
"Saya sudah banyak bertualang. Saya pernah menunggang gajah, unta, pergi ke titik terendah Bumi dan melihat beberapa puncak tertinggi," kata Jack. "Tapi petualangan sebenarnya yang saya alami adalah mencintai Rebecca," ujar Jack.
Wow..!!! So sweet.
Sebuah perjuangan dan ungkapan cinta yang otentik dan unik. Walau lagu yang ia nyanyikan adalah lipsync, namun perjuangan untuk mengungkapkannya begitu riil. Cintanya begitu riil.
Saudaraku,
Cinta (kasih) itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yg tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak bersukacita karena ketidak adilan tetapi karena kebenaran, menutupi segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
TAD-Ani
Kompas.com pernah mengkisahkan niatan seorang pria untuk menyatakan cinta kepada kekasihnya dengan cara unik dan mengagumkan. Jack Hyer (22) asal Whitefish, Montana, AS ini membuat video klip lypsinc untuk melamar kekasihnya Rebecca Strellnauer. Jack memilih lagu I'm Gonna Be (500 Miles), lagu era 1980-an yang mengkisahkan kesetiaan pasangan kekasih meski hidup terpisahkan jarak.
Selama empat tahun, Jack berkeliling dunia dan di tiap negara yg dia kunjungi, dia merekam lypsinc sebagian lagu itu untuk dieditnya kemudian. Dalam video itu, Jack tampil di lokasi lokasi wisata Kamboja, Israel, China, Yunani, Perancis, Inggris dan Turki.
Nah, saat Jack dan Rebecca sama sama lulus dari Universitas Montana, mereka merayakan bersama keluarga besar mereka. Setelah makan malam, Jack mengatakan dia ingin menunjukkan "video kelulusannya" yg ternyata adalah video lipsync-nya di seluruh dunia itu dan... diakhiri lamarannya pada sang kekasih. Terang saja Rebecca terpana melihat video itu, dan dia semakin terkejut setelah Jack tiba2 memberinya cincin dan melamarnya.
"Saya sudah banyak bertualang. Saya pernah menunggang gajah, unta, pergi ke titik terendah Bumi dan melihat beberapa puncak tertinggi," kata Jack. "Tapi petualangan sebenarnya yang saya alami adalah mencintai Rebecca," ujar Jack.
Wow..!!! So sweet.
Sebuah perjuangan dan ungkapan cinta yang otentik dan unik. Walau lagu yang ia nyanyikan adalah lipsync, namun perjuangan untuk mengungkapkannya begitu riil. Cintanya begitu riil.
Saudaraku,
Cinta (kasih) itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yg tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak bersukacita karena ketidak adilan tetapi karena kebenaran, menutupi segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
TAD-Ani
Renungan Mezbah Keluarga - Selasa, 2 Agustus 2016
Bacaan: Lukas 6:27-36
Saat kita lagi asyik berbicara soal kasih..tahukah kita bahwa masih ada banyak orang yg salah mengartikan kasih?
Ini contohnya:
Farzana Parveen, perempuan Pakistan, 25 tahun tewas dilempari batu oleh keluarganya sendiri. Lantaran ia memilih menikah dengan pria yang ia cintai ketimbang dijodohkan keluarganya.
Muhammad Iqbal suaminya digugat keluarga Farzana dengan tuduhan penculikan terhadap Farzana.
Kejadian pelemparan batu terjadi saat Farzana sedang berada di luar Pengadilan Kota Lahore, Pakistan, Selasa 27 Mei 2014. Ketika dia tengah menunggu keputusan pengadilan yang mendakwa suaminya. Tiba-tiba, sekelompok orang yang ternyata keluarganya sendiri menyerang Farzana. Ada sekitar 20 orang anggota keluarga melemparkan tongkat dan batu bata ke arah Farzana. Farzanapun tewas di lokasi.
Ayah Farzana berkata dihadapan polisi; ia melakukannya demi kehormatan keluarga. Warga di sini menganggap bahwa wanita yang menikahi pria pilihannya justru menjatuhkan martabat keluarga. Kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) Aurat Foundation menyatakan, dlm setahun, ada sekitar 1.000 perempuan di Pakistan tewas dibunuh oleh keluarganya sendiri, karena alasan kehormatan.
Saudaraku,
Tanpa bermaksud menghakimi apa yg menimpa Farzana, mari kita menyimak makna kasih dan kehormatan yg dijaga oleh keluarga Farzana dibandingkan dgn kasih yg diajarkan oleh Tuhan Yesus. Mana yg lebih masuk akal? Hukum kehormatan yg mendatangkan kematian? Atau hukum kasih yg menghidupkan?
Mari kita kembali berandai dikisah Farzana. Seberapa lama kehormatan itu dijaga diujung dada. Ketika tahun berlalu, penyesalanpun datang membayangi malam. Disaat sang ayah terbaring diujung ajal.. Ia akan meraa sepi sendiri, tak ada anak dan cucu mendampingi..karena garis keturunannya telah putus tertimbun batu bata. Diujung ajal nan sepi itulah ia baru akan mengerti apa arti kehormatan yg sejati...terpendar bersama lelehan air mata diujung pipi.
TAD-Ani
Saat kita lagi asyik berbicara soal kasih..tahukah kita bahwa masih ada banyak orang yg salah mengartikan kasih?
Ini contohnya:
Farzana Parveen, perempuan Pakistan, 25 tahun tewas dilempari batu oleh keluarganya sendiri. Lantaran ia memilih menikah dengan pria yang ia cintai ketimbang dijodohkan keluarganya.
Muhammad Iqbal suaminya digugat keluarga Farzana dengan tuduhan penculikan terhadap Farzana.
Kejadian pelemparan batu terjadi saat Farzana sedang berada di luar Pengadilan Kota Lahore, Pakistan, Selasa 27 Mei 2014. Ketika dia tengah menunggu keputusan pengadilan yang mendakwa suaminya. Tiba-tiba, sekelompok orang yang ternyata keluarganya sendiri menyerang Farzana. Ada sekitar 20 orang anggota keluarga melemparkan tongkat dan batu bata ke arah Farzana. Farzanapun tewas di lokasi.
Ayah Farzana berkata dihadapan polisi; ia melakukannya demi kehormatan keluarga. Warga di sini menganggap bahwa wanita yang menikahi pria pilihannya justru menjatuhkan martabat keluarga. Kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) Aurat Foundation menyatakan, dlm setahun, ada sekitar 1.000 perempuan di Pakistan tewas dibunuh oleh keluarganya sendiri, karena alasan kehormatan.
Saudaraku,
Tanpa bermaksud menghakimi apa yg menimpa Farzana, mari kita menyimak makna kasih dan kehormatan yg dijaga oleh keluarga Farzana dibandingkan dgn kasih yg diajarkan oleh Tuhan Yesus. Mana yg lebih masuk akal? Hukum kehormatan yg mendatangkan kematian? Atau hukum kasih yg menghidupkan?
Mari kita kembali berandai dikisah Farzana. Seberapa lama kehormatan itu dijaga diujung dada. Ketika tahun berlalu, penyesalanpun datang membayangi malam. Disaat sang ayah terbaring diujung ajal.. Ia akan meraa sepi sendiri, tak ada anak dan cucu mendampingi..karena garis keturunannya telah putus tertimbun batu bata. Diujung ajal nan sepi itulah ia baru akan mengerti apa arti kehormatan yg sejati...terpendar bersama lelehan air mata diujung pipi.
TAD-Ani
Renungan Mezbah Keluarga - Senin, 1 Agustus 2016
Bacaan: I Korintus 13:1-13
Setelah kita menguraikan semua karunia Roh yg Allah berikan bagi gerejaNya, maka minggu ini kita akan membahas satu karunia yg oleh Paulus dikatakan sebagai karunia yg lebih utama dan yg sempurna, yakni karunia KASIH (I Kor 12:31). Untuk menjelaskan hal tersebut, rasul Paulus menuliskan dalam satu pasal tersendiri (pasal 13) dengan pembagian sbb:
Bagian pertama, keutamaan kasih (I Kor 13:1-3)
Kasih harus menjadi landasan utama bagi karunia2 Roh. Artinya kasih harus menjadi prasyarat awal dimana karunia Allah itu dicurahkan, sekaligus menjadi ukuran bagi kebermanfaatannya. Itulah sebabnya rasul Paulus berkata, tanpa kasih maka semua karunia yg hebat itu akan sia sia.
Bagian kedua, karakter kasih ( I Kor 13:4-7)
Rasul Paulus tidak memberikan pengertian yg jlimet ttg kasih. Ia memberikan definisi yg sekaligus menjadi karakter kasih, yakni kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yg tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Wow!! Sangat simple namun jelas. Tidak perlu dijelas-jelaskan lagi, kecuali dikerjakan. Titik!
Bagian ketiga, kesempurnaan kasih ( I Kor 13:8-13)
Pada bagian ini, rasul Paulus menyatakan bahwa kasih sebagai penyempurna semua karunia Roh yg diberikan Allah kepada gerejaNya. Paulus berkata: “jika yg sempurna (kasih) itu tiba, maka yg tidak sempurna itu akan lenyap.” Iman dan pengetahuan akan lenyap, namun kasih akan tinggal tetap.
Jadi, mari kita meminta dan hidupi karunia kasih sebagai karunia yg utama dan sempurna, agar melaluinya karunia2 Roh yg Tuhan telah percayakan kepada kita makin disempurnakan bagi hormat dan kemuliaanNYA.
TAD-Ani
Setelah kita menguraikan semua karunia Roh yg Allah berikan bagi gerejaNya, maka minggu ini kita akan membahas satu karunia yg oleh Paulus dikatakan sebagai karunia yg lebih utama dan yg sempurna, yakni karunia KASIH (I Kor 12:31). Untuk menjelaskan hal tersebut, rasul Paulus menuliskan dalam satu pasal tersendiri (pasal 13) dengan pembagian sbb:
Bagian pertama, keutamaan kasih (I Kor 13:1-3)
Kasih harus menjadi landasan utama bagi karunia2 Roh. Artinya kasih harus menjadi prasyarat awal dimana karunia Allah itu dicurahkan, sekaligus menjadi ukuran bagi kebermanfaatannya. Itulah sebabnya rasul Paulus berkata, tanpa kasih maka semua karunia yg hebat itu akan sia sia.
Bagian kedua, karakter kasih ( I Kor 13:4-7)
Rasul Paulus tidak memberikan pengertian yg jlimet ttg kasih. Ia memberikan definisi yg sekaligus menjadi karakter kasih, yakni kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yg tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Wow!! Sangat simple namun jelas. Tidak perlu dijelas-jelaskan lagi, kecuali dikerjakan. Titik!
Bagian ketiga, kesempurnaan kasih ( I Kor 13:8-13)
Pada bagian ini, rasul Paulus menyatakan bahwa kasih sebagai penyempurna semua karunia Roh yg diberikan Allah kepada gerejaNya. Paulus berkata: “jika yg sempurna (kasih) itu tiba, maka yg tidak sempurna itu akan lenyap.” Iman dan pengetahuan akan lenyap, namun kasih akan tinggal tetap.
Jadi, mari kita meminta dan hidupi karunia kasih sebagai karunia yg utama dan sempurna, agar melaluinya karunia2 Roh yg Tuhan telah percayakan kepada kita makin disempurnakan bagi hormat dan kemuliaanNYA.
TAD-Ani
Renungan Mezbah Keluarga - Sabtu, 30 Juli 2016
Bacaan: Kolose 4:1-6
Seorang yang sedang melewati hutan melihat seekor serigala yg lumpuh keempat kakinya. Ia ingin tahu bagaimana serigala itu dapat hidup terus. Lalu ia melihat seekor harimau datang dengan membawa kijang hasil buruannya. Harimau itu makan sepuasnya dan meninggalkan sisa bagi serigala. Wow!! Sungguh ajaib cara Tuhan memelihara setiap ciptaanNya. Orang itu pun mulai percaya akan adanya mujizat Tuhan. Praise the Lord.. dan berkata dalam hati, "Sungguh Allah itu luar biasa..Ia menyediakan makan bagi setiap ciptaan yg dikasihiNya.. Hmmm, jika serigala saja IA peliharakan, pastilah aku juga akan dicukupkanNYA. Kalau begitu..aku akan berdiam di rumah saja dengan penuh kepercayaan kusandarkan hidupku kepada Tuhan. Hanya kepada Tuhan sajalah aku berserah..Aku yakin Ia akan mencukupi segala kebutuhanku!"
Lalu ia pulang dan benar...ia hanya berdiam dirumah berhari-hari tanpa bekerja. Ia hanya berdoa dan menantikan datangnya mujizat Tuhan. Tetapi hari berganti hari tanpa terjadi apa-apa. Ah, mungkin doaku kurang sungguh sungguh.. maka ia mulai berdoa makin sungguh berharap Tuhan mendengar doanya dan menurunkan mujizatNya. Namun...tak terjadi apa apa..sampai ketika orang yg malang itu sudah hampir mati, ia pun mengeluh kepada Tuhan, mengapa IA tak bertindak menolongnya? Maka terdengarlah suara, "Hai, engkau orang yg sesat, bukalah matamu pada kebenaran. Ikutilah teladan harimau dan berhentilah meniru serigala yg lumpuh!"
Saudaraku,
Sekali lagi mujizat itu bukan hanya perkara besar yang Allah lakukan bagi kita, tetapi juga perkara besar yang kita kerjakan bagi dan bersama dengan Allah. Karena itu, jadilah dewasa dalam beriman..
jadilah jawaban dan bukan beban.
TAD-Ani
Seorang yang sedang melewati hutan melihat seekor serigala yg lumpuh keempat kakinya. Ia ingin tahu bagaimana serigala itu dapat hidup terus. Lalu ia melihat seekor harimau datang dengan membawa kijang hasil buruannya. Harimau itu makan sepuasnya dan meninggalkan sisa bagi serigala. Wow!! Sungguh ajaib cara Tuhan memelihara setiap ciptaanNya. Orang itu pun mulai percaya akan adanya mujizat Tuhan. Praise the Lord.. dan berkata dalam hati, "Sungguh Allah itu luar biasa..Ia menyediakan makan bagi setiap ciptaan yg dikasihiNya.. Hmmm, jika serigala saja IA peliharakan, pastilah aku juga akan dicukupkanNYA. Kalau begitu..aku akan berdiam di rumah saja dengan penuh kepercayaan kusandarkan hidupku kepada Tuhan. Hanya kepada Tuhan sajalah aku berserah..Aku yakin Ia akan mencukupi segala kebutuhanku!"
Lalu ia pulang dan benar...ia hanya berdiam dirumah berhari-hari tanpa bekerja. Ia hanya berdoa dan menantikan datangnya mujizat Tuhan. Tetapi hari berganti hari tanpa terjadi apa-apa. Ah, mungkin doaku kurang sungguh sungguh.. maka ia mulai berdoa makin sungguh berharap Tuhan mendengar doanya dan menurunkan mujizatNya. Namun...tak terjadi apa apa..sampai ketika orang yg malang itu sudah hampir mati, ia pun mengeluh kepada Tuhan, mengapa IA tak bertindak menolongnya? Maka terdengarlah suara, "Hai, engkau orang yg sesat, bukalah matamu pada kebenaran. Ikutilah teladan harimau dan berhentilah meniru serigala yg lumpuh!"
Saudaraku,
Sekali lagi mujizat itu bukan hanya perkara besar yang Allah lakukan bagi kita, tetapi juga perkara besar yang kita kerjakan bagi dan bersama dengan Allah. Karena itu, jadilah dewasa dalam beriman..
jadilah jawaban dan bukan beban.
TAD-Ani
Renungan Mezbah Keluarga - Jumat, 29 Juli 2016
Bacaan: Matius 25:31-46
Berikut kutipan percakapan lewat WA dengan seorang rekan dari Surabaya perihal mujizat yg bisa kerjakan bagi Allah;
"Pak, Saya ragu apakah bisa melakukan mujizat bagi Tuhan dan sesama?"
"Nah, disinilah kelirunya.. kita sering hanya memperhatikan mujizat sebagai peristiwa besar yg Allah buat bagi kita dan lupa untuk berbuat sesuatu yg besar bagi Allah."
"Saya merasakan mujizat Tuhan itu melimpah sepanjang hidup saya, namun saya tidak mampu melakukan mujizat yg sepadan dengan mujizatNya."
"Tuhan itu maha kuasa dan Ia memang tak memerlukan mujizat kita untukNya. Yang Ia mau adalah kita melakukan sesuatu yg penting dan besar bagi orang lain dan kehidupan sebagai rasa syukur kita kepadaNya. Bukankah Tuhan Yesus berkata..apapun yg kamu lakukan untuk salah seorang yg paling hina ini..kamu lakukan untuk Aku??"
"Iya,pak....tapi tidak ada perbuatan saya yg sebanding dengan perbuatanNya. Perbuatan yg saya kerjakan itu biasa2 saja."
"Tidak ada tuntutan dalam Alkitab agar kita melakukan perbuatan yg SEBANDING dengan kasih dan mujizatNya. Sebab kalau hal itu bisa kita dilakukan maka kita tidak membutuhkan Tuhan. Kita menjadi sombong karena merasa bisa membalas kasih Tuhan sebanding dengan apa yg IA lakukan"
"Tapi pak..kalau biasa biasa saja kan bukan mujizat namanya?"
"Mungkin yg kita kerjakan itu nampak biasa2 saja, tetapi tahukah kita bahwa bagi orang lain bisa jadi itu adalah mujizat yg besar. Bayangkan, seandainya hari ini ada seorang ibu yang sudah diambang frustasi, karena sudah 2 hari ia tidak bisa memberi makan anaknya. Nah, tiba2 Anda memberinya dua bungkus nasi. Mungkin bagimu itu adalah hal kecil dan biasa..tetapi tahukah Anda bahwa bagi si ibu miskin tsb adalah hal yg extraordinary? ia menemukan mujizat yg besar, sehingga sepanjang hari itu tak hentinya ia bersyukur kepada Tuhan."
Yup..! Itu adalah mujizat yang bisa kita kerjakan bagiNya dan yang menyenangkan hatiNya.
TAD-Ani
Berikut kutipan percakapan lewat WA dengan seorang rekan dari Surabaya perihal mujizat yg bisa kerjakan bagi Allah;
"Pak, Saya ragu apakah bisa melakukan mujizat bagi Tuhan dan sesama?"
"Nah, disinilah kelirunya.. kita sering hanya memperhatikan mujizat sebagai peristiwa besar yg Allah buat bagi kita dan lupa untuk berbuat sesuatu yg besar bagi Allah."
"Saya merasakan mujizat Tuhan itu melimpah sepanjang hidup saya, namun saya tidak mampu melakukan mujizat yg sepadan dengan mujizatNya."
"Tuhan itu maha kuasa dan Ia memang tak memerlukan mujizat kita untukNya. Yang Ia mau adalah kita melakukan sesuatu yg penting dan besar bagi orang lain dan kehidupan sebagai rasa syukur kita kepadaNya. Bukankah Tuhan Yesus berkata..apapun yg kamu lakukan untuk salah seorang yg paling hina ini..kamu lakukan untuk Aku??"
"Iya,pak....tapi tidak ada perbuatan saya yg sebanding dengan perbuatanNya. Perbuatan yg saya kerjakan itu biasa2 saja."
"Tidak ada tuntutan dalam Alkitab agar kita melakukan perbuatan yg SEBANDING dengan kasih dan mujizatNya. Sebab kalau hal itu bisa kita dilakukan maka kita tidak membutuhkan Tuhan. Kita menjadi sombong karena merasa bisa membalas kasih Tuhan sebanding dengan apa yg IA lakukan"
"Tapi pak..kalau biasa biasa saja kan bukan mujizat namanya?"
"Mungkin yg kita kerjakan itu nampak biasa2 saja, tetapi tahukah kita bahwa bagi orang lain bisa jadi itu adalah mujizat yg besar. Bayangkan, seandainya hari ini ada seorang ibu yang sudah diambang frustasi, karena sudah 2 hari ia tidak bisa memberi makan anaknya. Nah, tiba2 Anda memberinya dua bungkus nasi. Mungkin bagimu itu adalah hal kecil dan biasa..tetapi tahukah Anda bahwa bagi si ibu miskin tsb adalah hal yg extraordinary? ia menemukan mujizat yg besar, sehingga sepanjang hari itu tak hentinya ia bersyukur kepada Tuhan."
Yup..! Itu adalah mujizat yang bisa kita kerjakan bagiNya dan yang menyenangkan hatiNya.
TAD-Ani
Renungan Mezbah Keluarga - Kamis, 28 Juli 2016
Bacaan: Filipi 2:1-11
Apa yg dipilih dan dikerjakan oleh Sri Mulyani Indrawati bisa menjadi contohnya. Wanita yg menduduki posisi ke 37 wanita tangguh versi Forbes (2016) ini mau "pulang kampung" dan menjadi menteri keuangan di kabinet Jokowi-JK, padahal kalau dihitung dari gaji yg dia terima sebagai Managing Director Bank Dunia dibandingkan dengan gajinya sebagai menteri..wuaaah jauh sekali. Gaji bersih Sri Mulyani berdasarkan masa kerja 1 Juli 2012 sampai 30 Juni 2013 adalah USD 381.250 (5 miliar) dengan dana pensiun sebesar USD 97.333 (1.2 miliar) dan tunjangan USD 86.163 (1.1 miliar). Nah kalau jadi menteri keuangan, berapa gaji yang akan dia terima? Mengacu pada data kementrian keuangan tahun 2005, gaji menteri negara total Rp 18.648.000, terdiri dari gaji pokok Rp. 5.040.000 dan tunjangan jabatan sebesar Rp. 13.608.000 (nah selama 10 th masa pemerintahan SBY, gaji menteri tidak mengalami kenaikan). Jadi dari data tsb kita bisa melihat betapa "gila"nya pilihan Sri Mulyani untuk meninggalkan pekerjaannya dan kembali ke Indonesia dengan pilihan jabatan sebagai Menteri Keuangan. Ini pilihan aneh dan bisa juga disebut "mujizat".
Saudaraku,
Mujizat terbesar yg Yesus pernah lakukan itu bukan saat Ia mengubah air jadi anggur, memberi makan 5 ribu orang, berjalan diatas air, mengusir setan bahkan membangkitkan orang mati. Bukan! MujizatNya yg terbesar adalah saat Ia tunduk pada panggilan BAPA untuk meminum cawan penderitaan dan merentang mati disalib.
Nah, marilah kita sekarang bertanya juga..mujizat apa yg akan kita kerjakan hari ini bagi Tuhan dan kehidupan, agar kehendak Tuhan dinyatakan dan nama Tuhan dimuliakan..
TAD-Ani
Pernahkah saudara mengalami mujizat? Wah jawabannya pasti beragam, tergantung apa yg kita pahami tentang mujizat. Mujizat (keajaiban) itu ternyata bukan hanya peristiwa besar yg Allah kerjakan bagi manusia, melainkan juga saat menusia melakukan "peristiwa besar" bagi Tuhan dan kehidupan.
Apa yg dipilih dan dikerjakan oleh Sri Mulyani Indrawati bisa menjadi contohnya. Wanita yg menduduki posisi ke 37 wanita tangguh versi Forbes (2016) ini mau "pulang kampung" dan menjadi menteri keuangan di kabinet Jokowi-JK, padahal kalau dihitung dari gaji yg dia terima sebagai Managing Director Bank Dunia dibandingkan dengan gajinya sebagai menteri..wuaaah jauh sekali. Gaji bersih Sri Mulyani berdasarkan masa kerja 1 Juli 2012 sampai 30 Juni 2013 adalah USD 381.250 (5 miliar) dengan dana pensiun sebesar USD 97.333 (1.2 miliar) dan tunjangan USD 86.163 (1.1 miliar). Nah kalau jadi menteri keuangan, berapa gaji yang akan dia terima? Mengacu pada data kementrian keuangan tahun 2005, gaji menteri negara total Rp 18.648.000, terdiri dari gaji pokok Rp. 5.040.000 dan tunjangan jabatan sebesar Rp. 13.608.000 (nah selama 10 th masa pemerintahan SBY, gaji menteri tidak mengalami kenaikan). Jadi dari data tsb kita bisa melihat betapa "gila"nya pilihan Sri Mulyani untuk meninggalkan pekerjaannya dan kembali ke Indonesia dengan pilihan jabatan sebagai Menteri Keuangan. Ini pilihan aneh dan bisa juga disebut "mujizat".
Saudaraku,
Mujizat terbesar yg Yesus pernah lakukan itu bukan saat Ia mengubah air jadi anggur, memberi makan 5 ribu orang, berjalan diatas air, mengusir setan bahkan membangkitkan orang mati. Bukan! MujizatNya yg terbesar adalah saat Ia tunduk pada panggilan BAPA untuk meminum cawan penderitaan dan merentang mati disalib.
Nah, marilah kita sekarang bertanya juga..mujizat apa yg akan kita kerjakan hari ini bagi Tuhan dan kehidupan, agar kehendak Tuhan dinyatakan dan nama Tuhan dimuliakan..
TAD-Ani
Subscribe to:
Posts (Atom)