Bacaan: Matius 5:1-12
Memang Kerajaan Allah itu berbanding terbalik dengan kerajaan dunia. Dunia mengejar kekayaan, kekuatan dan kejayaan sebagai nilai utamanya, sementara Kerajaan Allah menekankan nilai kebenaran, damai sejahtera dan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Kerajaan dunia menginginkan richer, biger, higher sebagai goalnya...sementara Kerajaan Allah menginginkan kenosis (mengosongkan diri) dan melayani sebagai goalnya (Fil 2:7). Siapa yang mau menjadi terbesar haruslah merendahkan diri (miskin dalam roh) untuk mau melayani orang lain (Mat 18:4, 23:11 dan Luk 22:26). Inilah yang oleh Donald B. Kraybill disebut sebagai "Upside Down Kingdom" (Kerajaan Allah yang sungsang). Yesus hadir di dunia untuk memberitakan Injil (kabar sukacita) yang upside down dengan pemahaman dunia. Contoh: ketika dunia menyatakan sesamaku adalah yang selevel denganku atau yg punya kepentingan yg sama denganku..maka Yesus mengajarkan sesama manusia adalah semua orang tanpa mengenal batasan apapun. Ketika dunia mengangkat raja sedemikian tingginya (bahkan sebagai keturunan dewa), maka Yesus Sang Raja justru rela mengosongkan diri untuk melayani manusia yang berdoa. Yesus turun dari Sorga menjadi manusia untuk menyatakan langsung belas kasihNya kepada mereka yang menderita pada garis2 tepi masyarakat.
Jadi saat Yesus berkata "berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Allah", Yesus sedang mengajak pendengarNya (dan kita) untuk berani memasuki pengosongan hidup dan memasuki Kerajaan Allah yang terbalik itu. Disanalah kita akan merasakan bahwa segala sesuatu berasal dari Allah dan tanpa Allah kita tidak dapat berbuat apa apa.
Sebelum fase ini dilalui, maka kita akan sulit untuk memasuki Kerajaan Allah, sebab yang dipikirkan dan dikejar setiap hari adalah kekayaan dan menjadi yang terutama dalam kerajaan dunia. Jadi Kerajaan Allah memang berbanding terbalik dengan kerajaan dunia.
TAD-Ani
Renungan Mezbah Keluarga #17C08
Bacaan: Matius 5:1-12
Fase Pertama, Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Tingkat spiritualitas yang paling dasar untuk bisa masuk dalam Kerjaan Allah adalah keberanian untuk miskin dihadapan Allah. Apa artinya? Alkitab Sheabear menterjemahkan "yang miskin" ini dengan pengertian "yang rendah hatinya". King James Version dengan "the poor in spirit". The orthodox Jewish Brit Chadashe dengan "aniyey (miskin) ruach (roh). Ha-Berith dengan "aniyey (orang2 miskin yang) haruakh (didalam roh). Jadi pengertian "miskin dihadapan Allah" ini bukan semata miskin secara materi tetapi terlebih pada pengertian miskin (papa, sekeng dan rendah hati) didalam roh. Terlebih jelas lagi jika kita hubungkan pengertian tsb dengan definisi Kerajaan Allah dalam kitab Roma 14:17 yang berkata: "Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus."
Apakah Yesus tidak peduli dengan kemiskinan materi, fisik, mental, sosial dan struktural sebagaimana yang dialami oleh orang2 yang datang padaNya? Tentu Yesus peduli. Ia melihat mereka dengan hati yang hancur dan menangis sebab mereka ini lelah dan terlantar hidupnya seperti domba tanpa gembala (Mat 7:15). Yesus tidak pernah menahan tangannya untuk menyembuhkan mereka yang sakit, mengusir setan bagi mereka yang kerasukan, memberi makan bagi mereka yang lapar, menguatkan mereka yang lemah dan memberi pengharapan pada mereka yang putus asa. Tetapi tugas Yesus yang utama datang ke dunia adalah untuk memberitakan dan menyatakan Kerajaan Allah bagi semua manusia. Ia menolong yang miskin tetapi jg mengingatkan bahwa hal Kerajaan Allah itu bukan sekedar persoalan (kecukupan) makan dan minum, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita yang dikerjakan oleh roh. Karena itu carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu (Mat 6:33).
TAD-Ani
Fase Pertama, Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Tingkat spiritualitas yang paling dasar untuk bisa masuk dalam Kerjaan Allah adalah keberanian untuk miskin dihadapan Allah. Apa artinya? Alkitab Sheabear menterjemahkan "yang miskin" ini dengan pengertian "yang rendah hatinya". King James Version dengan "the poor in spirit". The orthodox Jewish Brit Chadashe dengan "aniyey (miskin) ruach (roh). Ha-Berith dengan "aniyey (orang2 miskin yang) haruakh (didalam roh). Jadi pengertian "miskin dihadapan Allah" ini bukan semata miskin secara materi tetapi terlebih pada pengertian miskin (papa, sekeng dan rendah hati) didalam roh. Terlebih jelas lagi jika kita hubungkan pengertian tsb dengan definisi Kerajaan Allah dalam kitab Roma 14:17 yang berkata: "Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus."
Apakah Yesus tidak peduli dengan kemiskinan materi, fisik, mental, sosial dan struktural sebagaimana yang dialami oleh orang2 yang datang padaNya? Tentu Yesus peduli. Ia melihat mereka dengan hati yang hancur dan menangis sebab mereka ini lelah dan terlantar hidupnya seperti domba tanpa gembala (Mat 7:15). Yesus tidak pernah menahan tangannya untuk menyembuhkan mereka yang sakit, mengusir setan bagi mereka yang kerasukan, memberi makan bagi mereka yang lapar, menguatkan mereka yang lemah dan memberi pengharapan pada mereka yang putus asa. Tetapi tugas Yesus yang utama datang ke dunia adalah untuk memberitakan dan menyatakan Kerajaan Allah bagi semua manusia. Ia menolong yang miskin tetapi jg mengingatkan bahwa hal Kerajaan Allah itu bukan sekedar persoalan (kecukupan) makan dan minum, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita yang dikerjakan oleh roh. Karena itu carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu (Mat 6:33).
TAD-Ani
Renungan Mezbah Keluarga #17C07
Bacaan: Matius 5:1-12
Saudara, kita telah mengupas tuntas rahasia Kerajaan Allah dalam bentuk perumpamaan benih yg ditaburkan. Nah, pertanyaan berikutnya adalah seperti apa tanah yang baik itu dan bagaimana proses pertumbuhan benih itu hingga menjadi pohon berbuah lebat? Untuk menjelaskan hal ini, ijinkan kami mengangkat ajaran Tuhan Yesus dalam Matius 5: 1-12 sebagai referensinya. Sebab ucapan bahagia yg diajarkan Yesus tsb ternyata memberikan petunjuk bagaimana fase fase pertumbuhan spiritualitas Kerajaan Allah seharusnya terjadi. Mari kita perhatikan teks Mat 5:1-12 ini sambil memperbandingkan dgn apa yang sdh kita pelajari dalam teks Injil Matius pasal 13: 3-23. Ada 2 hal yg perlu dicatat disini yakni:
Pertama, tanah yg baik itu tidak berarti orang yg memiliki status sosial dan material yg baik. Jika kita perhatikan siapa orang2 yg datang kepada Yesus dan yang rindu untuk ditaburi benih Injil Kerajaan Allah, ternyata bukan hanya para imam dan para penggemar ilmu agama. Yang datang pada Yesus itu ada dari semua lapisan dan golongan orang. Bahkan Alkitab mencatat (sebagian besar) yg datang kepada Yesus adalah orang yg buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yg kerasukan, yg sakit ayan dan yg lumpuh. (Mat 4:23-24). Nah itu berarti menjadi tanah yang baik tidak sama dengan memiliki kondisi hidup yang baik (secara fisik dan materi), melainkan memiiki HATI yang terbuka dan siap dibentuk oleh Allah.
Kedua, pertumbuhan benih Kerajaan Allah itu ternyata melalui fase fase yang bertahap..tidak instant! Hal ini dijelaskan oleh Tuhan Yesus sendiri saat Ia berkotbah diatas bukit. Yesus menjelaskan ada 8 fase pertumbuhan spiritualitas Kerajaan Allah bagi para pendengarNya saat itu dan bagi kita saat ini. Apa dan bagaimana fase fase tersebut? Mulai besok akan dijelaskan dalam MK ini secara berseri.
(bersambung)
TAD-Ani
Saudara, kita telah mengupas tuntas rahasia Kerajaan Allah dalam bentuk perumpamaan benih yg ditaburkan. Nah, pertanyaan berikutnya adalah seperti apa tanah yang baik itu dan bagaimana proses pertumbuhan benih itu hingga menjadi pohon berbuah lebat? Untuk menjelaskan hal ini, ijinkan kami mengangkat ajaran Tuhan Yesus dalam Matius 5: 1-12 sebagai referensinya. Sebab ucapan bahagia yg diajarkan Yesus tsb ternyata memberikan petunjuk bagaimana fase fase pertumbuhan spiritualitas Kerajaan Allah seharusnya terjadi. Mari kita perhatikan teks Mat 5:1-12 ini sambil memperbandingkan dgn apa yang sdh kita pelajari dalam teks Injil Matius pasal 13: 3-23. Ada 2 hal yg perlu dicatat disini yakni:
Pertama, tanah yg baik itu tidak berarti orang yg memiliki status sosial dan material yg baik. Jika kita perhatikan siapa orang2 yg datang kepada Yesus dan yang rindu untuk ditaburi benih Injil Kerajaan Allah, ternyata bukan hanya para imam dan para penggemar ilmu agama. Yang datang pada Yesus itu ada dari semua lapisan dan golongan orang. Bahkan Alkitab mencatat (sebagian besar) yg datang kepada Yesus adalah orang yg buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yg kerasukan, yg sakit ayan dan yg lumpuh. (Mat 4:23-24). Nah itu berarti menjadi tanah yang baik tidak sama dengan memiliki kondisi hidup yang baik (secara fisik dan materi), melainkan memiiki HATI yang terbuka dan siap dibentuk oleh Allah.
Kedua, pertumbuhan benih Kerajaan Allah itu ternyata melalui fase fase yang bertahap..tidak instant! Hal ini dijelaskan oleh Tuhan Yesus sendiri saat Ia berkotbah diatas bukit. Yesus menjelaskan ada 8 fase pertumbuhan spiritualitas Kerajaan Allah bagi para pendengarNya saat itu dan bagi kita saat ini. Apa dan bagaimana fase fase tersebut? Mulai besok akan dijelaskan dalam MK ini secara berseri.
(bersambung)
TAD-Ani
Renungan Mezbah Keluarga #17C06
Bacaan: Matius 13:3-23
4. TANAH YANG BAIK
Tuhan Yesus memberikan penjelasan bahwa tanah yg baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. (Mat 13:23). Disini Tuhan Yesus tidak menjelaskan bagaimana kondisi tanah yang baik itu, karena (tentunya) tanah yang baik itu kebalikan dari tanah yang dipinggir jalan, tanah yang berbatu batu dan tanah yang bersemak duri. Artinya, tanah itu betul betul telah dipersiapkan dan diolah sebelumnya. Ia menempatkan hatinya pada jalur kasih kemurahan Tuhan, yang rindu dan siap untuk menerima taburan benih Kerajaan Allah.
Tanah yang baik digambarkan sebagai hati yang siap dan memberi perhatian penuh pada benih Injil Kerajaan Allah. Ada 3 kata kunci yang digambarkan oleh Tuhan Yesus; yakni: mendengar, mengerti dan berbuah.
a. Mendengar
Mendengar (baca menyimak) adalah sikap hati yang siap dan bersemangat untuk menerima taburan benih Firman.
b. Mengerti
Mengerti adalah proses internalisasi benih menjadi kesadaran, dari kesadaran menjadi keyakinan, dari keyakinn menjadi tindakan, dari tindakan menjadi pembiasaan, dari pembiasaan menjadi karakter, dan dari karakter menjadi destiny
c. Berbuah
Berbuah adalah tahapan puncak yang disebut sebagai destiny. Itulah wujud yang digambarkan sebagai kuasa dan karya Kerajaan Allah. Orang yang sudah mencapai tahap ini akan mengalami perubahan hidup yang bukan lagi berorientasi pada pemenuhan kebutuhan diri sendiri, melainkan memiliki kualitas dan kuantitas hidup yang berbuah/berbagi buat orang lain.
Nah, itulah gambaran hidup (destiny) yang Tuhan Yesus inginkan terjadi pada murid muridNya dan GerejaNya saat ini. IA ingin agar kita mengerti rahasia Kerajaan Allah dan memilih hidup sebagaimana tanah yang baik, yang siap untuk mendengar, mengerti dan berbuah.
Siapa yang bertelinga hendaklah ia mendengar ! Amin
TAD-Ani
4. TANAH YANG BAIK
Tuhan Yesus memberikan penjelasan bahwa tanah yg baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. (Mat 13:23). Disini Tuhan Yesus tidak menjelaskan bagaimana kondisi tanah yang baik itu, karena (tentunya) tanah yang baik itu kebalikan dari tanah yang dipinggir jalan, tanah yang berbatu batu dan tanah yang bersemak duri. Artinya, tanah itu betul betul telah dipersiapkan dan diolah sebelumnya. Ia menempatkan hatinya pada jalur kasih kemurahan Tuhan, yang rindu dan siap untuk menerima taburan benih Kerajaan Allah.
Tanah yang baik digambarkan sebagai hati yang siap dan memberi perhatian penuh pada benih Injil Kerajaan Allah. Ada 3 kata kunci yang digambarkan oleh Tuhan Yesus; yakni: mendengar, mengerti dan berbuah.
a. Mendengar
Mendengar (baca menyimak) adalah sikap hati yang siap dan bersemangat untuk menerima taburan benih Firman.
b. Mengerti
Mengerti adalah proses internalisasi benih menjadi kesadaran, dari kesadaran menjadi keyakinan, dari keyakinn menjadi tindakan, dari tindakan menjadi pembiasaan, dari pembiasaan menjadi karakter, dan dari karakter menjadi destiny
c. Berbuah
Berbuah adalah tahapan puncak yang disebut sebagai destiny. Itulah wujud yang digambarkan sebagai kuasa dan karya Kerajaan Allah. Orang yang sudah mencapai tahap ini akan mengalami perubahan hidup yang bukan lagi berorientasi pada pemenuhan kebutuhan diri sendiri, melainkan memiliki kualitas dan kuantitas hidup yang berbuah/berbagi buat orang lain.
Nah, itulah gambaran hidup (destiny) yang Tuhan Yesus inginkan terjadi pada murid muridNya dan GerejaNya saat ini. IA ingin agar kita mengerti rahasia Kerajaan Allah dan memilih hidup sebagaimana tanah yang baik, yang siap untuk mendengar, mengerti dan berbuah.
Siapa yang bertelinga hendaklah ia mendengar ! Amin
TAD-Ani
Renungan Mezbah Keluarga #17C04
Bacaan: Matius 13:3-23
Tahukah kita bahwa sapaan khas buat orang Kristen adalah SHALOM atau SALAM DAMAI SEJAHTERA. Ini bukan ikut ikutan atau latah, sebab kondisi damai sejahtera ini memang menjadi doa bagi terwujudnya "final destination" yg dijanjikan oleh Allah bagi umatNya, sekaligus kekuatan penyertaan yg melintasi tempat dan kondisi. Ada 2 hal yg perlu kita pahami perihal damai sejahtera ini:
Pertama, tempat yg penuh damai sejahtera sebagaimana digambarkan kitab Imamat 26:6 : "Dan Aku akan memberi DAMAI SEJAHTERA di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apa pun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu." Dimana serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring disamping anak kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama sama. (Yes 11:6)
Kedua, hidup yg tetap terarah kepada Allah dalam segala situasi, baik susah maupun senang. Bahkan dlm pembuangan di Babel sekalipun, Allah berkata: "sebab Aku ini mengetahui rancangan2 apa yg ada padaKu mengenai kamu, yaitu rancangan DAMAI SEJAHTERA dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberi kepadamu hari depan yang penuh harapan (Yer 29:11). Jadi damai sejahtera adalah moment ketika TUHAN menyinari kita dengan wajah-Nya dan memberi kita kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepada kita dan memberi kita damai sejahtera. (Bil 6:24-26)
Itulah sebabnya sapaan damai sejahtera menjadi doa berkat yg wajib disampaikan dalam ibadah Gereja Tuhan sampai hari ini : "Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus." atau "Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan."
Hmm...jika demikian bukankah DAMAI SEJAHTERA itu jauh lebih indah dan berharga ketimbang kekayaan?
TAD-Ani
Tahukah kita bahwa sapaan khas buat orang Kristen adalah SHALOM atau SALAM DAMAI SEJAHTERA. Ini bukan ikut ikutan atau latah, sebab kondisi damai sejahtera ini memang menjadi doa bagi terwujudnya "final destination" yg dijanjikan oleh Allah bagi umatNya, sekaligus kekuatan penyertaan yg melintasi tempat dan kondisi. Ada 2 hal yg perlu kita pahami perihal damai sejahtera ini:
Pertama, tempat yg penuh damai sejahtera sebagaimana digambarkan kitab Imamat 26:6 : "Dan Aku akan memberi DAMAI SEJAHTERA di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apa pun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu." Dimana serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring disamping anak kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama sama. (Yes 11:6)
Kedua, hidup yg tetap terarah kepada Allah dalam segala situasi, baik susah maupun senang. Bahkan dlm pembuangan di Babel sekalipun, Allah berkata: "sebab Aku ini mengetahui rancangan2 apa yg ada padaKu mengenai kamu, yaitu rancangan DAMAI SEJAHTERA dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberi kepadamu hari depan yang penuh harapan (Yer 29:11). Jadi damai sejahtera adalah moment ketika TUHAN menyinari kita dengan wajah-Nya dan memberi kita kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepada kita dan memberi kita damai sejahtera. (Bil 6:24-26)
Itulah sebabnya sapaan damai sejahtera menjadi doa berkat yg wajib disampaikan dalam ibadah Gereja Tuhan sampai hari ini : "Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus." atau "Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan."
Hmm...jika demikian bukankah DAMAI SEJAHTERA itu jauh lebih indah dan berharga ketimbang kekayaan?
TAD-Ani
Renungan Mezbah Keluarga #17C03
Bacaan: Matius 13:3-23
Saat orang dunia menghadapi kekuatiran dan kegelisahan hidup dengan mengumpulkan kekayaan, Yesus mengajarkan dan menjanjikan sesuatu yang lain, yakni: "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu." (Yoh 14:27). Wow..!! Saat dimana hampir semua orang mendewakan uang dan menyambut orang "kaya" sedemikian rupa...Tuhan Yesus mengingatkan kepada kita akan pentingnya DAMAI SEJAHTERA lebih dari kekayaan harta.
Saudara, coba tengok bagaimana hiruk pikuknya orang Indonesia menyambut kedatangan raja Salman dengan 1500 orang termasuk 25 pangeran dan 1 menteri. Terbang dengan 6 pesawat boing dan 1 pesawat Hercules. Logistik yg dibawanya seberat 450 ton, termasuk tangga turun pesawat yg berfungsi sebagai eskalator. Menginap di hotel-hotel mewah di Jakarta seperti Raffles, Ritz Carlton, JW Mariot dan Westin. Dan nanti di Bali akan menginap di St. Regis dan Laguna, yg biaya permalamnya mencapai 75 jt per kamar.
Mengapa raja Salman disambut sedemikian rupa oleh para pembesar negara ini termasuk tokoh tokoh agama yg merasa terhormat jika bisa diundang makan bersama atau jika dapat kesempatan bersalaman dengannya? Ya karena raja Salman dianggap pemimpin negara kaya yg akan menandatangani 10 MoU dengan nominal yg sangat besar.
Apakah raja Salman bisa memberikan DAMAI SEJAHTERA? Jawabnya tidak! Bukan itu kerjasama yg ditawarkan. Sebab memang tak ada satu manusiapun yg bisa memberikan damai sejahtera. Damai sejahtera itu urusan ROH (bukan jasmani/materi) yg hanya bisa diberikan oleh RAJA SALAM yakni Yesus Kristus, Mesias Anak Allah yang hidup (Yohanes 14:27). Yesus Kristus sang raja SALAM memberikan kepada kita bukan kerajaan dunia, melainkan kerajaan Allah yg akan membawa kita pada kebenaran, damai sejahtera dan sukacita yg dikerjakan oleh Roh (Rm 14:17)
(bersambung)
TAD-Ani
Saat orang dunia menghadapi kekuatiran dan kegelisahan hidup dengan mengumpulkan kekayaan, Yesus mengajarkan dan menjanjikan sesuatu yang lain, yakni: "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu." (Yoh 14:27). Wow..!! Saat dimana hampir semua orang mendewakan uang dan menyambut orang "kaya" sedemikian rupa...Tuhan Yesus mengingatkan kepada kita akan pentingnya DAMAI SEJAHTERA lebih dari kekayaan harta.
Saudara, coba tengok bagaimana hiruk pikuknya orang Indonesia menyambut kedatangan raja Salman dengan 1500 orang termasuk 25 pangeran dan 1 menteri. Terbang dengan 6 pesawat boing dan 1 pesawat Hercules. Logistik yg dibawanya seberat 450 ton, termasuk tangga turun pesawat yg berfungsi sebagai eskalator. Menginap di hotel-hotel mewah di Jakarta seperti Raffles, Ritz Carlton, JW Mariot dan Westin. Dan nanti di Bali akan menginap di St. Regis dan Laguna, yg biaya permalamnya mencapai 75 jt per kamar.
Mengapa raja Salman disambut sedemikian rupa oleh para pembesar negara ini termasuk tokoh tokoh agama yg merasa terhormat jika bisa diundang makan bersama atau jika dapat kesempatan bersalaman dengannya? Ya karena raja Salman dianggap pemimpin negara kaya yg akan menandatangani 10 MoU dengan nominal yg sangat besar.
Apakah raja Salman bisa memberikan DAMAI SEJAHTERA? Jawabnya tidak! Bukan itu kerjasama yg ditawarkan. Sebab memang tak ada satu manusiapun yg bisa memberikan damai sejahtera. Damai sejahtera itu urusan ROH (bukan jasmani/materi) yg hanya bisa diberikan oleh RAJA SALAM yakni Yesus Kristus, Mesias Anak Allah yang hidup (Yohanes 14:27). Yesus Kristus sang raja SALAM memberikan kepada kita bukan kerajaan dunia, melainkan kerajaan Allah yg akan membawa kita pada kebenaran, damai sejahtera dan sukacita yg dikerjakan oleh Roh (Rm 14:17)
(bersambung)
TAD-Ani
Renungan Mezbah Keluarga #17C02
Bacaan: Matius 13:3-23
b. Tipu Daya Kekayaan
Siapa yang tidak menyukai kekayaan? Semua orang menginginkan kekayaan dan bahkan mati matian mengejar kekayaan. Di acara Mata Najwa semalam dibahas berapa gaji MK dan tunjangan2nya yang diterima tiap bulan. Wow..minimal 100 jt bisa dibawa pulang tiap bulannya. Tetapi mengapa masih ada yg korupsi? Karena kurang dan kurang. Seseorang yang bergaji 2 jt akan merasa kurang..ketika dinaikkan menjadi 4 jt, akan gembira sejenak lalu belum lewat setahun akan kurang lagi. Kemudian berpindah kerja dan mendapatkan gaji 20 jt.. Tentu itu banyak, tetapi kemudian ia akan merasa kurang lagi..dan lagi.dan lagi. Mengapa? Karena pola keinginan orang itu berari lebih cepat daripada kebutuhannya. Itulah yang disebut ilusi (tipu daya) kekayaan. Mungkin ada yang protes dgn mengatakan..lho itu bukan tipu daya (ilusi) kekayaan tetapi kenyataan. Lalu berkata: "memang uang bukan segala galanya...tetapi segala galanya perlu uang." Seorang pemuda bahkan pernah berkata kepada saya: “tanpa agama orang masih bisa hidup, tetapi tanpa uang orang tidak bisa hidup. Mulai dari lahir sampai mati, diperlukan biaya..dan itu berarti uang!”.
Saudaraku...
Kekayaan memang akan membawa orang pada kemudahan, penerimaan, pengakuan, kenikmatan dan penghormatan. Harus diakui uang itu penting dan dibutuhkan oleh semua orang. Tuhan Yesus juga tidak melarang orang bekerja demi mendapatkan uang. Cuma, kita diingatkan untuk belajar menakar kekuatiran dan mencukupkan kehidupan secara proporsional. Orang yang terobsesi oleh kekayaan justru akan menjadi budak bagi kekayaan.
Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa kekayaan adalah berkat tertinggi yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Berkat tertinggi dan terbaik yang Allah sediakan bagi kita adalah DAMAI SEJAHTERA. Apa itu damai sejahtera? Dapatkah kekayaan "membelinya"? Atau bagaimana kita mendapatkannya? Nah, itu akan kita bahas besok
(bersambung)
TAD-Ani
b. Tipu Daya Kekayaan
Siapa yang tidak menyukai kekayaan? Semua orang menginginkan kekayaan dan bahkan mati matian mengejar kekayaan. Di acara Mata Najwa semalam dibahas berapa gaji MK dan tunjangan2nya yang diterima tiap bulan. Wow..minimal 100 jt bisa dibawa pulang tiap bulannya. Tetapi mengapa masih ada yg korupsi? Karena kurang dan kurang. Seseorang yang bergaji 2 jt akan merasa kurang..ketika dinaikkan menjadi 4 jt, akan gembira sejenak lalu belum lewat setahun akan kurang lagi. Kemudian berpindah kerja dan mendapatkan gaji 20 jt.. Tentu itu banyak, tetapi kemudian ia akan merasa kurang lagi..dan lagi.dan lagi. Mengapa? Karena pola keinginan orang itu berari lebih cepat daripada kebutuhannya. Itulah yang disebut ilusi (tipu daya) kekayaan. Mungkin ada yang protes dgn mengatakan..lho itu bukan tipu daya (ilusi) kekayaan tetapi kenyataan. Lalu berkata: "memang uang bukan segala galanya...tetapi segala galanya perlu uang." Seorang pemuda bahkan pernah berkata kepada saya: “tanpa agama orang masih bisa hidup, tetapi tanpa uang orang tidak bisa hidup. Mulai dari lahir sampai mati, diperlukan biaya..dan itu berarti uang!”.
Saudaraku...
Kekayaan memang akan membawa orang pada kemudahan, penerimaan, pengakuan, kenikmatan dan penghormatan. Harus diakui uang itu penting dan dibutuhkan oleh semua orang. Tuhan Yesus juga tidak melarang orang bekerja demi mendapatkan uang. Cuma, kita diingatkan untuk belajar menakar kekuatiran dan mencukupkan kehidupan secara proporsional. Orang yang terobsesi oleh kekayaan justru akan menjadi budak bagi kekayaan.
Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa kekayaan adalah berkat tertinggi yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Berkat tertinggi dan terbaik yang Allah sediakan bagi kita adalah DAMAI SEJAHTERA. Apa itu damai sejahtera? Dapatkah kekayaan "membelinya"? Atau bagaimana kita mendapatkannya? Nah, itu akan kita bahas besok
(bersambung)
TAD-Ani
Subscribe to:
Posts (Atom)